5 Hewan Yang Menginspirasi Terciptanya Teknologi Manusia

Teknologi pada masa sekarang ini memang terbilang sangat canggih, mulai dari perabotan rumah tangga, sampai teknologi militer pun semua menggunakan teknologi canggih guna memudahkan manusia itu sendiri.

Namun, bagaimanakah bila teknologi tersebut tercipta akibat dari pemikirsan yang yang terlahir dari alam sekitar khususnya hewan. Kemajuan teknologi terkadang tak melulu lahir dari pemikiran manusia atau rumus yang begitu rumit. Terkadang, hal tersebut lahir dari alam sekitar.

Beberapa ilmuwan pun menciptakna teknologi mutakhir ternyata terinspirasi dari sejumlah hewan yang hidup di muka bumi. Melalui sebuah pengamatan, manusia terus mempelajari hal-hal luar biasa yang dimiliki sejumlah hewan ini. Mulai dari teknologi pesawat terbang yang diciptakan oleh sejumlah insinyur, serta system pembangunan dan juga alat bantu tercipta berkat adanya kemampuan yang dimiliki oleh hewan.

Berikut 5 hewan yang menginspirasi dalam penelitian teknologi mutakhir:

Kelelawar dan SmartCanes

Kelelawar merupakan hewan yang terkenal dengan kekuatan nocturnal mereka. Kemampuan ini dapat merasakan objek disekitar meski dalam kondisi yang gelap.

Kelelawar memiliki kemampuan mendeteksi keadaan sekitar dengan memancarkan frekuensi sonar tinggi yang dapat memantulkan sinyal kepada benda-benda disekitarnya yang berpotensi menabrak dirinya sendiri ketika terbang.

Ternyata prinsip inilah yang digunakan manusia untuk bisa menciptakan sebuah alat bantu untuk para tunanetra. Perangkat ini disebut dengan SmartCane yang menempel pada tongkat putih. Saat gelombang kembali kepada perangkat, maka tongkat yang akan bergetar akan memberikan petunjuk kepada pengguna untuk menghindar dari jalurnya.

Kupu-kupu dan Layar Bebas Silau

Secara visual, sayap kupu-kupu memang indah jika kita pandang dan terkadang keindahan sayap kupu-kupu tersebut bahkan menginspirasi seseorang untuk bisa menciptakan sebuah karya. Namun, tahukah anda bahwa sayap kupu-kupu yang memiliki prinsip antisilau memiliki bentuk yang amat tipis?

Lewat kemampuan kupu-kupu ini membuat sejumlah peneliti menciptakan sebuah teknologi pada layer ponsel. Pada tahun 2015, peneliti Jerman di Karsruhe Institute of Technology menciptakan penemuan yang mengejutkan. Sebuah system teknologi nanoscopic yang diadaptasi dari sayap kupu-kupu dapat menghilangkan sebagian besar cahaya yang dipantulkan.

Penelitian ini masih berlangsung tentang bagaimana teknologi ini diterapkan pada layer ponsel. Namun, jika hal ini berhasil kita tidak perlu lagi melihat layar ponsel meski di tengah terik matahari, dan tanpa harus menambah intensitas kecerahan yang ada pada layar ponsel sehingga bisa menghabiskan baterai.

Rayap dan Bangunan Hijau

Meski tergolong sebagai hewan yang merugikan, rayap ternyata dapat menginspirasi manusia untuk bisa menciptakan sebuah teknologi yang bernilai tinggi. Di Afrika sendiri terdapat banyak gundukan-gundukan rumah rayap yang begitu besar, bahkan melebihi tinggi manusia.

Tempat tinggal yang kokoh ini biasa dibentuk oleh rayap hidup secara berkoloni. Tak hanya memiliki bentuk yang kokoh, rumah para rayap ini memiliki system ventilasi yang amat luar biasa. Hal ini terbukti ampuh untuk mengatur suhu di dalam gundukan besar itu. Dan system semacan ini sudah dipelajari oleh insinyur di seluruh dunia untuk bisa mengaplikasikannya pada bangunan dan Gedung .

Seperti di Easgate Center di Harare yang merupakan kompleks perbelanjaan dan perkantoran terbesar di Zimbabw. Bangunan ini dibangun atas prinsip-prinsip arsitektur hijau yang terinspirasi dari gundukan pasir yang dibuat oleh rayap.

Bangunan ini tidak memiliki system pemanasan atau pendingan konvensional tetapi menggunakan system pasif yang hanya terdiri dari kipas dan ventilasi untuk mengatur suhu sepanjang tahun.

Hiu dan Teknologi Pesawat

Hiu merupakan predator yang paling sadis dan dikenal sebagai raja samudera oleh karen itulah hiu merupakan sebuah subjek yang amat menakutkan terutama di lautan.

Pemburu berdarah dingin ini memiliki jenis kulit yang sangat diidam-idamkan oleh para ilmuan. Kecepatan seekor hiu saat mengejar mangsa tak hanya terletak pada kekuatan sirip dan ekor saja, melainkan pada permukaan kulit mereka yang disebut sebagai dentikel

Dentikel adalah sekumpulan gigi gigi kecil yang menyerupai sisik yang mencuat ke permukaan kulit melalui jaringan epidermis.

Sebuah ide brilian kemudian datang dari tiga ilmuwan Fraunhofer Society — sebuah organisasi penelitian asal Jerman. Mereka mengembangkan cat khusus yang dipelajari dari kulit hiu.

Cat ini nantinya akan diaplikasikan ke permukaan pesawat terbang, agar dapat bergerak lebih cepat bagai seekor hiu. Jenis kulit hiu ini diklam dapat mengurangi hambatan saat bergerak.

Tokek dan Alat Perekat

Kita semua tentu tahu bahwa tokek, cicak atau sejenisnya punya kemampuan untuk menapaki dinding. Bahkan, kita kerap bertanya-tanya apa yang membuat hewan-hewan tersebut dapat melakukannya. Misteri kemampuan tokek ini lantas membingungkan peneliti selama ribuan tahun. Hingga akhirnya pada tahun 2002, peneliti menemukan jawabannya.

Ternyata, ada jutaan rambut kecil di kaki tokek yang disebut sebagai setae. Setae ini membantu tokek dan hewan sejenis lainnya untuk menghasilkan kekuatan elektrostatik jarak pendek yang lemah atau disebut sebagai van der Waal’s forces. Kemudian, tiga lulusan luar biasa dari University of Massachusetts Amherst menciptakan perekat super yang diilhami dari mekanisme kaki tokek. Alat ini bahkan bisa lengket di dinding sambil menampung beban hingga 317 kilogram pada permukaan yang halus.

Admin Yubli 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

5 Makanan Sehat Yang Baik Untuk Mata

Thu Jul 18 , 2019
Mata merupakan organ vital dibutuh kita yang sangat penting, juga merupakan salah satu panca indera yang ada di tubuh kita yaitu panca indra penglihatan. Jika mata sehat pandangan kita pun akan menjadi bagus apabila kita sering menjaganya dan memberikan asupan makanan untuk kesehatan mata kita. Makanan yang dikenal banyak manfaatnya […]